5 Film Meriahkan Festival Sinema Prancis di Surabaya

Jumat, 08 Nov 2019 | 12.00 WIB

5 Film Meriahkan Festival Sinema Prancis di Surabaya

Festival Sinema Prancis (IFISurabaya)



Centroone.com - Festival Sinema Prancis  kembali hadir di Indonesia. Berlangsung di 24 tempat di 15 kota festival ini berlangsung mulai 6-10 November 2019. Untuk Surabaya sendiri, pemutaran film-film Festival Sinema Prancis digelar pada 7 – 8 November 2019. 

Selain di Institut Français d'Indonésie (IFI) Surabaya, pemutaran juga digelar, Universitas Kristen Petra (didukung oleh Fakultas Bahasa dan Sastra UK Petra) dan Universitas Narotama (didukung oleh Podjok Prancis, pusat informasi mengenai Prancis di Universitas Narotama). 

Festival ini juga merupakan bagian dari persiapan rangkaian perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Prancis yang akan berlangsung awal tahun 2020. 

“Diselenggarakan sejak tahun 1996 oleh Institut Prancis Indonesia, Festival Sinema Prancis adalah festival film asing pertama di Indonesia dan peluang utama bagi masyarakat Indonesia untuk menemukan kualitas dan keragaman produksi film Prancis. Dalam konteks Indonesia, minat masyarakat luas dalam sektor perfilman semakin meningkat dan menjadikannya industri yang menjanjikan di masa sekarang dan masa depan. " ujar  Konselor Kerjasama dan Kebudayaan Kedubes Prancis di Indonesia sekaligus Direktur IFI, Stephane Dovert. 

“Jusqu’à la garde” (“Custody”) jadi film pembuka untuk Surabaya, lalu diikuti pemutaran film “Petit Paysan” (Bloody Milk”), Lalu film “Tout ce qu’il me reste de la revolution” (“Whatever Happened to My Revolution”).  Rangkaian acara di Surabaya diakhiri dengan film “Edmond” (“Cyrano, My Love”), yang akan diikuti diskusi seputar karya Edmond Rostand sang penulis dari sandiwara mashyur Prancis, “Cyrano de Bergerac”, yang kisah hidupnya diceritakan dalam film “Edmond”. 

Film Pamungkas yang diputar adalah “Le Grand Bal” (The Great Ball) bergenre dokumenter.

" Festival Sinema Prancis akan mendorong pertemuan dan pertukaran antara para profesional kedua negara melalui lokakarya, produksi bersama, promosi Prancis dan Indonesia sebagai destinasi pembuatan dan pemasaran film.” tambah Stephane.  by