Arsitektur Nusantara Setara Dengan Arsitektur Benua Lainnya

Selasa, 13 Mar 2018 | 23.00 WIB

Arsitektur Nusantara Setara Dengan Arsitektur Benua Lainnya

Sarasehan arsitektur Indonesia di ITS. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Arsitektur di Indonesia sudah saatnya bangkit dan layak disetarakan dengan arsitektur negara lainnya. Hal ini memang pantas lantaran tak sedikit nilai arsitektur nusantara yang justru tak kalah kayanya dari arsitektur dunia.

Masalah kesetaraan arsitektur ini pun dibahas di ITS. Hal ini pun diseminarkan melalui sarasehan arsitektur nusantara yang digelar Departemen Arsitektur ITS. Ini merupakan agenda nasional untuk menyamakan visi dan misi arsitektur nusantara.

Disampaikan Guru Besar Departemen Arsitektur ITS Prof Dr Ir Josef Prijotomo MArch, arsitektur nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk setara dengan arsitektur Eropa, Amerika dan lainnya. Namun hal tersebut tergantung pada sikap setiap orang dalam memandang kedudukan arsitektur nusantara itu sendiri. "Arsitektur nusantara tidak hanya kebanggaan bangsa Indonesia, namun juga merupakan bagian dari arsitektur dunia," ungkap Prof Josef. 

Dengan pesatnya kemajuan teknologi, pengetahuan mengenai arsitektur modern maupun arsitektur luar negeri begitu cepat hadir di Indonesia. "Hal tersebut mengakibatkan proses pendidikan arsitektur menjadi lebih terfokus ke desain yang justru kurang mencerminkan jati diri Indonesia," ungkapnya.

Sementara Ir Budiman Hendropurnomo, salah seorang panelis juga mengungkapkan bahwa arsitektur modern kini telah menjadi tradisi di Indonesia. Bahkan, juga mulai menggeser kedudukan arsitektur asli Indonesia. "Sayangnya, kita terbuai arsitektur luar negeri hingga lupa hal kehebatan apa saja yang dimiliki Indonesia," ungkap Duta Cermat Mandiri tersebut.

Prof Ir Gunawan Tjahjono MArch PhD dari Universitas Indonesia memaparkan pemikirannya terhadap arsitektur nusantara. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam merubah mind set bagi arsitek maupun calon arsitek.

Dalam acara tersebut, dilaksanakan diskusi terbuka terkait penerapan arsitektur nusantara dalam dunia pendidikan maupun keprofesian. "Nantinya, diharapkan akan muncul pemikiran dan pandangan baru yang akan memberi sumbangan bagi hadirnya arsitektur Indonesia yang tidak meninggalkan karakter dan ciri khas dari Indonesia itu sendiri," jelasnya. (windhi/by).